Perbedaan Sintesis Protein dengan Ekspresi Gen

Perbedaan Sintesis Protein dengan Ekspresi Gen – Ekspresi gen adalah proses dimana informasi yang diperoleh dari gen dihunakan dalam sintesis produk gen fungsional.

Produk-produk yang dimaksud ini seperti protein, namun pada gen yang mengode non-protein seperti tRNA (transfer RNA) atau snRNA (gen RNA inti kecil), maka produknya adalah RNA fungsional. Ekspresi gen terdiri dari transkrip genetik yang menghasilkan mRNA dan mematangkan mRNA hingga akhirnya sintesis protein dengan hasil penerjemahan mRNA yang matang.

Sintesis protein sendiri adalah proses pembentukan protein dari asam amino yang terjadi dalam tubuh makhluk hidup. DNA memiliki urutan yang berisi instruksi untuk menempatkan suatu unit yang disebut sebagai asam amino, yang kemudian diurutkan menjadi suatu urutan tertentu.

Pada saat asam amino dirakit dalam suatu urutan tertentu, pada saat itu protein dibuat dengan proses sintesis protein ini. Inti dari sintesis protein ini yaitu DNA diberikan instruksi untuk membuat protein yang berguna untuk tubuh.

Setiap rangkaian DNA memiliki banyak urutan kode yang terpisah untuk protein tertentu. Insulin merupakan salah satu contoh dari protein yang dibuat oleh sel-sel tubuh. Rangkaian DNA yang berisi kode-kode untuk menciptakan protein inilah yang disebut dengan gen.

Ada kurang lebihnya 22.000 gen disetiap sel manusia. NamunĀ  protein-protein tersebut tidak sama, karena didalam organisme multiseluler sel memiliki fungsi tertentu kaarena proteinnya yang berbeda-beda. Hal itu disebabkan karena gen yang berbeda disediakan dalam jenis sel yang berbeda-beda yang disebut sebagai ekspresi gen.

Apabila semua gen dinonaktifkan, maka setiap jenis sel yang hanya diaktifkan dalam artian diekspresikan adalah gen yang memiliki kode untuk protein yang dibutuhkan untuk digunakan.

Namun jika sel yang berbeda pada gen aktif, maka memungkinkan juga protein yang berbeda akan dibuat. Hal tersebut dapat memberikan jenis sel yang berbeda-beda yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Jadi intinya DNA diberikan instruksi untuk merakit asam amino dalam urutan tententu untuk membuat protein. Setiap jenis selnya hanya diaktifkan atau diekspresikan pada gen yang memiliki kode untuk protein yang dibutuhkan untuk digunakan.

Baca Juga : Proses Replikasi DNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *