Pengertian Perseroan Terbatas

Pengertian Perseroan Terbatas – Perseroan Terbatas merupakan istilah yang akrab dengan perusahaan. Ketika memutuskan untuk bekerja, Anda akan dihadapkan pada berbagai macam pilihan nama perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan dimana didepannya diawali dengan istilah PT atau Perseroan Terbatas.

Perseroan Terbatas berasal dari Bahasa Belanda, yaitu Naamloze Vennootschap yang artinya adalah sebuah badan hukum yang menjalankan usaha dengan modal yang berasal dari sebanyak saham yang dimiliki oleh pemilik badan hukum tersebut.

Modal yang berasal dari saham ini dapat diperjual dan belikan atau diubah kepemilikannya kapan saja sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pemilik perusahaan tanpa harus membubarkan isi perusahaan tersebut.

Selain dari saham, Perseroan Terbatas memiliki modal yang berasal dari obligasi dengan mengharapkan keuntungan berupa bunga, tanpa memikirkan untung dan rugi perseroan tersebut. Secara singkat, obligasi adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan mengenai utang-piutang.

Dalam Perseroan Terbatas, kekayaan perusahaan dipisahkan dengan kekayaan pribadi yang dimiliki oleh pemilik perusahaan. Untuk itu, seseorang dapat memiliki lebih dari satu saham sebagai bukti kepemilikannya terhadap perusahaan.

Jika hutang dalam perusahaan jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan kekayaan yang ada pada perusahaan tersebut, maka kelebihan hutang perusahaan tersebut tidak menjadi tanggung jawab pemegang saham.

Selanjutnya, keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan akan dibagi sesuai dengan ketentuan yang berlaku antara pemilik saham dengan pemilik perusahaan.

Selain penjelasan diatas, Perseroan Terbatas juga dapat diartikan menjadi badan usaha yang mengatur saham melalui persekutuan saham oleh pemilik modal dengan tanggung jawab sesuai dengan besarnya saham. Setiap Perseroan Terbatas ditandai dengan karakteristik atau ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Perseroan Terbatas tidak mendapatkan fasilitas yang berasal dari negara
  2. Perseroan Terbatas memiliki modal yang berasal dari saham serta obligasi
  3. Kekuasaan tertinggi pada Perseroan Terbatas adalah tergantung dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
  4. Peseroan Terbatas dipimpin oleh Direksi.
  5. Perseroan Terbatas memiliki tujuan untuk mencari keuntungan dalam hal ekonomi
  6. Fungsi dari Perseroan Terbatas ada pada bidang ekonomi dan komersial.
  7. Pemilik saham pada PT bertanggung jawab sesuai dengan besarnya modal yang dimiliki pada perusahaan.
  8. Pemilik saham mendapatkan keuntungan dengan bentuk dividen, yaitu pembagian hasil.

Setiap Perseroan Terbatas (PT) tentunya memiliki budaya serta aturan tersendiri dalam bekerja di dalam perusahaan tersebut. Namun, secara umum Perseroan Terbatas (PT) terbagi menjadi 3 jenis, yaitu :

  • PT Terbuka

Disebut dengan PT Terbuka karena Perseroan Terbatas ini penanamannya modalnya terbuka untuk masyarakat melalui pasar modal (go public).

Contohnya : PT. Bank Central Asia Tbk, PT. Pelayaran Tempuran Emas Tbk, PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, dll.

  • PT Tertutup

PT Tertutup adalah Perseroan Terbatas yang tidak menjual sahamnya ke masyarakat luas, biasanya penjualanan sahamnya hanya berlaku untuk orang-orang tertentu, seperti kerabat dekat atau keluarga.

Contohnya : Sinar Mas Group, Salim Group, Lippo Group, dll.

  • PT Kosong

PT Kosong adalah jenis Perseroan Terbatas yang sudah memiliki izin untuk melakukan kegiatan usaha, namun kegiatan tersebut belum dilaksanakan.

Contohnya : PT. Bayur Air, PT. Semen Kupang, PT. Asian Biscuit, dll.

Perseroan Terbatas juga mempunyai kelebihan dan kekurangan yang akan dibahas lebih lanjut dalam artikel ini. Kelebihan yang dimiliki oleh Perseroan Terbatas, yaitu :

  1. Pemegang saham mempunyai tanggung jawab yang terbatas, yaitu hanya sebesar saham yang dimiliki,
  2. Proses melakukan pengalihan kepemilikan tidak terlalu sulit, dan
  3. Modal Perseroan Terbatas didapatkan melalui penjualanan saham serta obligasi.

Sementara itu, kekurangan yang dimiliki oleh Perseroan Terbatas adalah :

  1. Biaya yang dibutuhkan untuk Perseroan Terbatas cukup besar,
  2. Adanya pembatasan antara hukum serta bidang usaha, dan
  3. Pengorganisasian Perseroan Terbatas cukup sulit untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *