Pengertian Perilaku konsumen Adalah

Pengertian Perilaku konsumen – Untuk mendefinisikan perilaku konsumen sendiri telah dilakukan studi tentang konsumen dan prosess yang mereka gunakan untuk memilih, mengkonsumsi, dan membuang produk layanan. Definisi yang lebih mendalam juga telah mencakup bagaimana proses tersebut bisa berdampak pada dunia.

Melalui penerapan bersifat sosiologi, psikologi dan demografi, para pemasar dapat mulai memahami mengapa konsumen membentuk sikap dan membuat keputusan untuk membeli.

Studi perlaku konsumen dapat memberitahukan para pemasar, pengiklan dan agen publik bagaimana pemulihan produk dan layanan dipengaruhi oleh kepribadian, persepsi, nilai-nila, dan kepercayaan.

Meneliti perilaku konnsumen sendiri adalah suatu proses yang sangat kompleks, tetapi memahami perilaku konsumen sangatlah penting bagi para pemasar.

Untuk pemasaran sendiri pengaruh ini telah dipelajari dalam konteks demografi, yang meliputi etnis, usia, status perkawinan, ukuran keluarga, pendapatan, pendidikan dan pekerjaan.

“Semua keputusan pemasaran didasarkan pada asumsi dan pengetahuan perilaku dari para konsumen,” Hawkins dan Mothersbaugh, 2007.

Bukankah lebih bagus bagi para pemasar tahu persis apa yang bisa mendorong para audiens target mereka untuk bisa memilih suatu produk tertentu daripada yang lain? Pengetahuan ini, jika dianalisiss dan digunakan dengan benar bisa menghasilkan penjualan apapun kepada siapapun.

Tidak peduli seberapa manipulatif tampaknya menyusun suatu strategi pemasaran berdasarkan perilaku konsumen itu sendiri jadi praktik yang umum di jaman sekarang.

Seorang pemasar memasarkan produk mereka dengan mengingat emosi dan kemampuan penalaran dari audiens target mereka.

Para wirausahawan mempresentasikan produk mereka dengan mengingat apa yang sebenarnya diinginkan oleh para investor dari mereka, dan bahkan produk dibangun sesuai dengan apa yang ingin dibeli oleh pelanggan di pasar semua berkat perilaku konsumen.

Perilaku konsumen sangatlah penting untuk bisa memahami apa yang akan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan mengapa itu bisa terjadi.

Dengan memahami bagaimana seorang konsumen memutuskan suatu produk, memungkinkan bagi para pemasar untuk bisa mengisi celah dan mengidentifikasi produk mana yang benar-benar dibutuhkan dan produk mana yang sudah usang di pasar, bisa juga membantu para pemasar memutuskan bagaimana mempresentasikan sebuah produk mereka sehingga memiliki dampak maksimum kepada para konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *