Melihat Perbedaan Basa Adenin dengan Guanin

Melihat Perbedaan Basa Adenin dengan Guanin – Belajar mengenai makhluk hidup dan proses pembentukannya memang sangat kompleks, tak hanya hubungan antara 2 gander yaitu wanita dan laki-laki, namun juga bagaimana DNA dari keduanya.

Selama ini kita cukup mengenal DNA sebagai sebuah kode genetik yang bisa digunakan diberbagai bidang, salah satunya adalah forensik untuk mengetahui beberapa tersangka dari tindak kejahatan, namun selain itu bidang kedokteran juga sangat membutuhkan informasi dari bank pewarisan sifat. Namun selain DNA ternyata juga masih ada satu bagian lagi yang tak kalah penting dari tali biru ini yaitu RNA.

RNA adalah asam ribonukleat, selama ini RNA dikenal sebagai alat yang dapat menerjemahkan kode-kode dari DNA, padahal awal pembentukannya sendiri juga berasal dari DNA. Dari DNA maupun RNA tersusun beberapa molekul, salah satunya adalah basa, antara RNA dan DNA memiliki 4 jenis basa, hanya saja satu diantaranya berbeda. Pada DNA terdapat adenin, guanin, sitosin dan timin sedangkan yang ada dalam RNA ada urasil namun tak memiliki timin. Untuk lebih jelasnya mengenai basa-basa tersebut berikut kita simak penjelasan lebih lengkapnya:

  • Adenin, merupakan sebuah basa nukleotida yang penyusunannya adalah dari purin, senyawa organik yang satu ini ada dalam nukleotida baik itu DNA maupun RNA, sebagian diantaranya digunakan dalam proses respirasi sel.
  • Guanin, basa yang juga dilambangkan dengan huruf G ini berbanding terbalik dengan adenin, dia merupakan basa yang berperan dalam pembentukan nukleotida pada asam nukleat, ikatannya dengan guanin dan juga adenin. Namun sama halnya dengan adenin ia merupakan purin deviantif, yang membedakan antara 2 basa ini hanya terletak pada ikatannya.

Ikatan yang digunakan dalam senyawa tersebut memang tak ubahnya sebagai rantai karbon, secara singkatnya perbedaan antara guanin dan juga adenin terletak pada beberapa hal berikut ini:

  1. DNA dan juga RNA merupakan bagian yang berasal dari sebuah nukleotida, dimana diantaranya memiliki 4 jenis basa, 3 diantaranya adalah sama sedangkan 1 diantaranya berbeda. Berdasarkan bahan pembuatnya sendiri adenin dan juga guanin sama yaitu berasal dari senyawa purin.
  2. Dari kedua senyawa basa tersebut memiliki beberapa persamaan dalam bidang bahan pembentukan sedangkan untuk rumus ikatan kimia berbeda, adenin memiliki rumus C5H5N5 sedangkan untuk guanin memiliki rumus C5H5N5O.
  3. Perbedaan yang lainnya terletak pada fungsi, untuk adenin sendiri memiliki fungsi dalam proses respilasi sel sedangkan guanin digunakan untuk jaringan sinyal intraseluler.

Bagaimana tentunya sekarang Anda bisa jauh lebih paham bukan. Sedangkan untuk jenis basa yang lainnya seperti sitosin, timin maupun urasin memang memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan 2 jenis basa di atas sehingga tak begitu sulit dalam melihat perbedaannya.

Berbicara mengenai struktur yang ada di dalam DNA maupun RNA sebenarnya semuanya sama, mereka terdiri atas ikatan karbon, ada fosfat, basa dan juga sedikit tambahan molekul lain. Hanya saja perbedaan paling mencolok bisa dilihat dari kandungannya, DNA adalah deoksiribonukleat sedangkan untuk RNA adalah Ribonukleat, jumlah memang yang menjadi pembedanya.

Berbicara mengenai pewarisan sifat memang tak terlepas dari kedua hal tersebut, biasanya selain dipelajari dalam biologi mikro juga dalam ilmu genetika, mulai awal proses percetakan kemudian dilanjutkan dengan proses transkripsi hingga lahirnya filial dengan sifat fisik tak jauh dari parentalnya. Untuk itu ilmu yang satu ini memang sangat kompleks dan harus teliti dalam mempelajarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *