Cara Budidaya Teripang

Cara Budidaya TeripangTeripang merupakan biota laut yang tersebar di seluruh dunia, namun lebih banyak ditemukan di perairan Indonesia. Teripang tak memiliki tulang belakang dan bentuknya bulat memanjang.

Diantara sekitar 1000 jenis teripang laut, terdapat 35 jenis yang bisa dikomersialkan dan diantaranya adalah teripang hitam, teripang koro, teripang gama, teripang nanas dan teripang pasir yang merupakan jenis teripang dengan nilai jual tinggi.

Ekspor teripang dari Indonesia sudah banyak dilakukan sejak dulu karena Indonesia merupakan penghasil teripang terbesar. Kendati hewan laut ini banyak ditemukan di Indonesia, namun budidaya teripang masih sangat jarang. Biasanya produksi teripang bergantung pada hasil tangkapan teripang.

Karena teripang mudah ditemukan di perairan dangkal, maka penangkapannya pun dilakukan tanpa mengenal umur teripang. Bila terus menerus dilakukan penangkapan tanpa memerhatikan umur teripang, maka keberlangsungan teripang tidak akan lama, mengingat permintaan teripang juga termasuk tinggi.

Karena hal itulah, maka budidaya teripang bisa menjadi salah satu solusi bagi pemenuhan permintaan yang tinggi serta keberlangsungan teripang.

Budidaya teripang dilakukan dnegan metode kurungan tancap yaitu memberikan kurungan pagar di area pesisiran laut agar teripang yang dibudidayakan tidak lolos dan juga terhindar dari hama.

Walaupun teripang termasuk hewan dengan pergerakan lambat, namun harus dipastikan bahwa konstruksi kurungan tidak akan memungkinkan teripang untuk lolos dari dasar kurungan. Kurungan biasanya dibuat dari bambu atau dari jaring.

Namun diantara kedua jenis kurungan tersebut, kurungan yang lebih efektif dalam pembudidayaan teripang adalah membuat kurungan tancap dari jaring.

Saat membuat area kurungan, harus dipastikan bahwa area tersebut merupakan area berpasir, memiliki karang atau berlumpur yang ditumbuhi oleh lamun. Hal ini dimaksudkan agar area budidaya terlindung dari angin kencang atau gelombang yang kuat.

Perairan yang dipilih harus memiliki kedalaman sekitar 50-150cm pada saat surut dengan suhu sekitar 25-30ÂșC.

Pemilihan benih teripang harus dipastikan dengan jenis yang seragam dan memiliki kondisi yang baik yaitu tak memiliki kondisi cacat pada tubuhnya.

Benih teripang yang baik juga tak mengeluarkan cairan kekuningan. Ketika mengangkut benih, gunakanlah wadah berisi substrat pasir dengan sistem pengangkutan terbuka. Selain itu, pilihlah waktu pagi atau malam hari saat suhu tidak panas ketika akan mengangkut benih teripang. Budidaya teripang setelah pemilihan benih dimulai dari penebaran teripang pada area kurungan.

Setelah penebaran, pada proses pemeliharaan, berikan kotoran ayam yang dicampur dengan dedak halus dan air bersih dan diaduk secara merata setiap satu minggu sekali. Hal ini dilakukan agar dapat merangsang pertumbuhan diatom yang menjadi makanan utama bagi teripang. Lama pemeliharaan teripang berkisar antara 4-5 bulan.

Teripang yang siap dikonsumsi biasanya memiliki berat antara 300-500g. Bila telah mencapai ukuran dengan kisaran tersebut, maka teripang pun siap dipanen.

Karena teripang akan membenamkan diri di dalam pasir atau lumpur, maka panen teripang biasanya akan dilakukan beberapa kali dan pemanenan dilakukan saat air surut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *