Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang

Cara Budidaya Tanaman Anggrek Dengan Media Arang – Bunga anggrek adalah salah satu tanaman hias yang sangat digemari oleh pecinta tanaman hias. Di Indonesia sendiri peminat dari tanaman hias yang satu ini semakin meningkat.

Akan tetapi, masih banyak orang yang tidak mengetahui cara menanam anggrek dengan benar. Seperti contohnya menanam bunga anggrek dengan media tanaman Pot.

Beberapa pecinta tanaman hias ini kerap mengeluh akibat hasil dari penanaman bunga anggrek dengan media pot tidak memiliki hasil yang maksimal bahkan terkadang bunga anggrek menjadi cepat layu. Hal tersebut sebenarnya tidak akan terjadi jika para pecinta anggrek mengetahui cara menanam tanaman hias yang satu ini dengan baik dan benar.

Berikut ini adalah penjelasan tentang menanam bunga anggrek dengan media arang, yang bisa menjadi alternatif para pecinta anggrek agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Sebelum melakukan penanaman, adapun beberapa hal yang harus disiapkan untuk cara budidaya tanaman anggrek dengan media tanaman arang. Antara lain :

Pemilihan Bibit Anggrek

Pemilihan bibit adalah bagian terpenting dalam membudidayakan tanaman anggrek. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bibit adalah sebagai berikut :

·        Mengetahui asal usul bibit

·        Bibit harus dalam kondisi sehat dan bebas dari hama serta penyakit.

·        Bibit yang sehat di tunjukkan dengan warna daun yang berwarna hijau cerah. Memiliki daun berukuran lebar dan panjang.

·    Perhatikan kondisi akar tanaman. Sebaiknya pilih tanaman yang akarnya tidak keluar dari dalam pot untuk menghindari pembusukkan pada akar.

Alat dan Bahan

Tahapan berikutnya adalah mempersiapkan alat dan bahan. Adapun beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan antara lain :

Alat dan Bahan :

a.      Bibit anggrek

b.     Arang

c.      Pecahan Genteng

d.     Pot

e.      Kawat

f.       Air

Setelah semua alat dan bahan siap berikut ini adalah langkah-langkah dalam menanam anggrek :

1.     Langkah pertama adalah merendam arang di dalam air selama 30-45 menit. Hal ini berfungsi agar arang tidak kering serta mengandung air yang cukup.

2.     Kemudian pasang kawat tepat berada di tengah-tengah pot dengan posisi berdiri tegak lurus. Kawat ini berguna sebagai penyangga bibit anggrek.

3.     Selanjtunya, masukkan beberapa pecahan genteng ke dalam pot. Lalu tambahkan arang yang basah ke dalamnya sampai mengisi setengah dari total volume pot.

4.     Setelah pot siap, kini waktunya untuk menanamkan bibit anggrek. Ikatlah bibit anggrek ini menggunakan kawat penyangga yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

5.     Yang terakhir, pastikan bibit anggrek sudah berdiri tegak. Setelah itu, Anda bisa mengisi pot kembali dengan arang sampai terisi penuh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *